Kamis, 31 Januari 2013

Kerusakan yg sering terjadi Pada Keyboard

Cara 1: Matikan kembali komputer dengan kata lain di Restart, setelah masuk Booting. apakah Sudah terdeteksi oleh PC??

Cara2: Apabila Cara 1 belum bisa, matikan Komputernya lagi. lalu Check apakah kabel Keyboard telah terpasang dengan baik. Posisinya atau sudah menancap dengan sempurna. Jika perlu lepaskan dan tancapkan kembali keyboard tersebut untuk meyakinkan kita bahwa koneksi keyboard sudah benar.

Cara 3: Jika komputer dihidupkan kembali dan pesan kesalahan kembali muncul, kemungkinan Pertama Keyboard Rusak, untuk memastikannya coba saja dengan keyboard dengan keyboard yang lain. Dan apabila kesalahan terus muncul berarti Di prediksikan Keyboar rusak. dan Bisa saja Port Keyboard pada mainboard yang rusak. dan Apabila mainboard Sudah rusak solusi terbaiknya dalah GANTI MAINBOARD YANG BARU heheheheheee......

Kerusakan yang lainnya yang sering terjadi pada Keyboard adalah pada Tombol Keyboard-nya. Maksudnya apa???...maksudnya adalah Kerusakan yang terjadi pada tombol Keyboard biasannya macet untuk ditekan, atau tombol keyboard tertekan teruss..Peyebab itu semuanya kemungkinan adalah Debu atau Kotoran yang menumpuk di sela-sela tombol pada keyboard.
Nah kalu sudah gitu, apa Solusinya...Solusinya adalah Perlu dilakukan pembersihan dengan menyedot atau dengan menyemprot atau dengan memakai Kuas untuk membersihkan sela-sela tombol keyboard. Dan jika apabila kotoran sudah mengering maka gunakan kain lap yang di basahi dengan cairan pembersih.

Manfaat pembelajaran komputer di dunia pendidikan Pembelajaran dasar komputer pada pelajar usia dini dapat melatih kemampuan mereka mengoperasikan perangkat tersebut dan dapat digunakan di masa depan. Belajar komputer dapat menyiapkan anak-anak untuk juga mengakses internet yang dapat digunakan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan serta mengumpulkan tambahan informasi mengenai bahan pelajaran yang dapat diakses dari melalui media web. Tidak hanya bagi pelajar saja, bagi para pendidik, keberadaan komputer dan internet juga menjadi sangat penting. Semua hal yang membutuhkan waktu lama seperti data siswa, surat penting, materi pendidikan dan lainnya dapat dilakukan dalam waktu lebih singkat. Dengan ini para pendidik bisa lebih berkonsentrasi pada peningkatan mutu anak didiknya. Pembelajaran dasar komputer seharusnya tidak lagi menjadi pelajaran tambahan pada lingkungan sekolah, namun sudah menjadi suatu kebutuhan bagi pelajar

Manfaat pembelajaran komputer di dunia pendidikan

Pembelajaran dasar komputer pada pelajar usia dini dapat melatih kemampuan mereka mengoperasikan perangkat tersebut dan dapat digunakan di masa depan. Belajar komputer dapat menyiapkan anak-anak untuk juga mengakses internet yang dapat digunakan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan serta mengumpulkan tambahan informasi mengenai bahan pelajaran yang dapat diakses dari melalui media web. Tidak hanya bagi pelajar saja, bagi para pendidik, keberadaan komputer dan internet juga menjadi sangat penting. Semua hal yang membutuhkan waktu lama seperti data siswa, surat penting, materi pendidikan dan lainnya dapat dilakukan dalam waktu lebih singkat. Dengan ini para pendidik bisa lebih berkonsentrasi pada peningkatan mutu anak didiknya. Pembelajaran dasar komputer seharusnya tidak lagi menjadi pelajaran tambahan pada lingkungan sekolah, namun sudah menjadi suatu kebutuhan bagi pelajar

Kelebihan dan Kekurangan Windows 8 di Mata Developer

Kelebihan dan Kekurangan Windows 8 di Mata Developer

JAKARTA, KOMPAS.com - Microsoft resmi merilis sistem operasi terbarunya, Windows 8, Jumat (26/10/2012). Pengembang aplikasi (developer) menyambut hangat kedatangannya, yang diyakini membawa angin segar dalam hal pengembangan maupun bisnis. Kelebihan dan kekurangan apa saja yang ada di Windows 8?

Microsoft kini membuka toko aplikasi online di Windows 8, yang diberi nama Windows Store. Dengan adanya toko aplikasi online ini, para pengguna diharapkan tertib mengunduh aplikasi dari Windows Store. Ini memudahkandeveloper dalam mengontrol aplikasi mereka.

Yusak Setiawan dari TigaBelas Technology mengatakan, Windows Store membuka peluang bagi developer Indonesia untuk menembus pasar global. Microsoft telah membuka pendaftaran akun Windows Store sejak Agustus 2012 . Agar sebuah aplikasi masuk ke Windows Store, dibutuhkan penilaian yang cukup ketat.

"Ketat memang. Lebih ketat dibandingkan Android. Tapi kalau dibandingkan dengan iOS, masih lebih ketat iOS," kata Yusak.

Agar sebuah aplikasi bisa masuk ke Windows Store, pihak pengontrol dari Microsoft memeriksa terlebih dahulu konten dan kerapihan tampilan antarmuka penggunanya (User Interface/UI). Waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan itu kurang lebih sepekan. Jika UI sebuah aplikasi menyimpang dari ketentuan, bisa jadi tidak lolos.

Selain kategori game, aplikasi yang ingin masuk ke Windows Store, diharuskan mengusung tampilan Windows 8-style UI, mengacu pada desain kotak-kotak seperti bentuk lantai. Tampilan ini sebelumnya akrab disebut Metro Style. Namun, sejak Agustus lalu, Microsoft mengubah nama Metro Style menjadi Windows 8-style UI. Selain itu, developerjuga bisa memanfaatkan fitur Live Tile untuk menyajikan konten terkini dan Charm Bar agar aplikasi terkesan lebih hidup dan interaktif.

Windows 8 kini tidak hanya berjalan di PC, tapi juga di tablet yang menggunakan prosesor berarsitektur x86 dan ARM.

Keberadaan komputer kategori baru convertible, juga membuka peluang bisnis baru bagi developer. Convertible adalah komputer yang bisa difungsikan sebagai tablet ataupun PC. Beberapa produsen komputer membuat komputer yang bisa digeser. Jika dibuka atau digeser ke atas, ia akan berwujud seperti notebook. Tapi jika ditutup atau digeser ke bawah, ia nampak seperti tablet. Ada pula produsen yang membuat tablet, namun disertai dengan dock papan ketik(keyboard).

Vice President Navcore Nextology Farid Zulkarnain berpendapat, komputer convertible menjawab permasalahan pengguna tablet yang selama ini kurang nyaman bekerja dengan sentuhan jari. "Bagaimanapun, banyak orang yang lebih nyaman bekerja dengan keyboard, touchpad, ataupun mouse," kata Farid saat dijumpai KompasTekno beberapa waktu lalu.

Di sinilah tantangan baru bagi developer, bagaimana membuat aplikasi untuk dua modus bentuk fisik, sehingga aplikasi tersebut nyaman digunakan saat convertible difungsikan sebagai tablet maupun PC.

Kekurangan

Sejak windows 8 hadir, Microsoft menginginkan agar semua aplikasi (kecuali game) dapat mengadopsi tampilan Windows 8-style UI. Beberapa pengembang aplikasi sebenarnya kurang nyaman dengan peraturan ini. Semua aplikasi akan terlihat sama, dengan desain kotak-kotak. Dalam pelatihan membuat aplikasi Windows 8, pertanyaan semacam ini sering dilontarkan para developer.

"Nilai keunikan sebuah aplikasi jadi hilang. Semua jadi kotak-kotak," kata Yusak.

Untuk mengakalinya, menurut Yusak, developer bisa memainkan desain pada latar belakang, tata letak, ataupun teks.

Ada pula developer yang menganggap tampilan kotak-kotak ukuran terkecil di Windows 8 masih terlalu besar. Jika pengguna memasang banyak aplikasi, maka akan terlihat banyak kotak-kotak berjejer ke kanan. Pengguna harus terus menggeser halaman tampilan utama untuk mencari aplikasi yang hendak dibuka.

Namun, pengguna ini bisa mengatasi masalah ini dengan masuk ke modus tampilan desktop.

Untuk membuat aplikasi di Windows, dibutuhkan software Visual Studio, yang di dalamnya terdapat alat-alat untuk membangun aplikasi. Bagi perusahaan rintisan (startup), harga software Visual Studio terbilang mahal. "Kalau mau bikin aplikasi keren, pakai Visual Studio versi Express. Tapi harga lisensinya mahal. Ini berat untuk startup yang masih merintis seperti kita," kata Dedi Mulyana dari Garuda Studio asal Bandung.

Para developer juga berharap, Microsoft dapat melakukan sosialisasi mendispilinkan pengguna agar mengunduh aplikasi dari Windows Store. Ini dilakukan untuk menekan angka pembajakan aplikasi. Selain itu, beberapa developerjuga berharap Microsoft bisa menjual aplikasi berbayar dalam mata uang Rupiah, sebagau upaya meningkatkan kesadaran menggunakan aplikasi berbayar, dan dapat mendorong penciptaan aplikasi lokal.

Mengatasi Masalah yang Terjadi Pada BIOS

Mengatasi Masalah yang Terjadi Pada BIOS


Bios merupakan aplikasi penting dalam sebuah computer atau laptop, bahkan kalau di istilahkan bios adalah urat nadi bagi computer maupun laptop, sama sperti aplikasi atau system lain bios pun terkadang mengalami masalah, nah di kesempatan kali ini blog-joyo akan meng-share beberapa cara mengatasi masalah pada bios berikut tips nya :

Masalah 1: Gagal Dalam Update Bios, Pc Jadi Tidak Bisa Masuk Bios
Solusinya => kalau dalam urusan update bios, disarankan buat hati hati atau waktu yang anda miliki emang betul betul luang dalam meng update nya di karenakan dalam update bios tidak bias di batalkan di tengah jalan karena tidak semua jenis motherboard yang memiliki backup bios pada chip-nya, nah untuk menggunakan fasilitas backup tersebut begini cara nya; pindahkanlah posisi jumper khusus  yang biasanya telah tersedia petunjuk di buku manual motherboard sobat, kemudian hidupkan computer  sobat dan tunggu sekitar 10 detik maka bios yang asli telah di restore ke sperti semula dan setelah itu kembalikan lagi posisi jumper pada posisi pertama kalinya. Namun jika motherboard yang sobat miliki tidak mempunyai fasilitas backup, chip bios yang sobat  miliki dapat di kirim ke produsen motherboard yang sobat miliki.

Masalah  2= Cpu Mengeluarkan Suara Beep Beberapa Kali dan Tidak Ada Tampilan di Layar Monitor
Solusi=> bunyi beep menandakan adanya pesan kesalahan atau eror  tertentu pada tipe bios, dan bunyi tersebut biasanya menandakan bentuk dari kesalahan apa yang terjadi , biasanya bunyi tersebut mendeteksi kesalahan yang terjadi pada vga card, processor bahkan kabel data dari monitor. Berikut ada beberapa jenis bunyi beep dari beberapa tipe BIOS
Pada ami bios
-beep 1x => ram atau memori tidak terpasang dengan baik atau keadaan nya rusak
-beep6x => kesalahan gatea20, menunjukan bahwa keyboard yang terpasang rusak
-beep8x => vga card tidak terpasang dengan baik atau kondisi rusak
-beep11x=>checksum eror, periksa batre bios dang anti dengan batre bios yang baru
Pada award bios
-beep 1x panjang => ram atau memori tidak terpasang dengan baik atau kondisi rusak
-beep 1x panjang 2 x pendek => kerusan terjadi pada vga card atau vga card tidak terpasang dengan baik
-beep 1c panjang 3x pendek => keyboard rusak atau tidak terpasang pada computer
Beep bunyi terus => memori atau vga card tidak terdeteksi oleh bios
 
Masalah 3 = Batre Cmos Rusak atau Lemah
Solusi => tanda tanda dari batre cmos rusak atau lemah biasa nya kalau ketika kita mau booting computer kita pertama kali maka akan selalu minta tekan f1 untuk melanjutkan booting, segera ganti batre untuk mengatasi nya

Masalah 4 = Komputer Sering Hang
Solusi => memang kalau di perhatikan penyebab computer hang tidak ada urusan nya dengan bios namun kalau saja penyebab computer hang karna virus atau ada maslah pada hardware itu dapat menyebabkan bios yang kita miliki bermasalah dan mengatasi nya  segera deteksi secarqa dini pada hadware computer sobat jika terjadi hang

Masalah 5 = Komputer Blue Screen
Solusi => biasanya pesan blue screen ini di sebabkan system computer kita ada yang rusak, bisa juga karna memory  atau hardisk atau juga di karenakan software yang kita install pada system bermasalah dan buat soal pesan blue screen yang berhubungan dengan memory atau hardisk silahkan masuk bios untuk mengcek apa kah kondisi memori atau hardisk computer kita masih dalam kondisi baik atau tidak

Manajemen Sumber Daya sistem operasi Sebagai tambahan terhadap abstraksi hardware, umumnya sistem operasi mengatur sumber daya dari sistem dengan baik. Sumber daya adalah istilah umum yang dapat merujuk pada setiap komponen dari sistem yang sanggup melakukan perkerjaan. contohnya, processor adalah sumber daya, begitu juga RAM dan disk. Sound card dan network card juga sumber daya walaupun tidak semua hardware adalah sumber daya. Untuk pengaturan sumber daya yang lebih baik, sistem operasi dapat membagi sumber daya menjadi sub-sumber daya yang sejenis. Misalnya, disk adalah sumber daya, tetapi melalui file system, sistem operasi dapat membagi disk menjadi file, yang mana juga sumber daya. Manajemen sumber daya adalah proses pemberian sumber daya kepada aplikasi untuk digunakan. Hal tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda untuk sumber daya yang berbeda, dengan perbedaan utama terletak pada multiplexing, locking dan access control. Multiplexing adalah berbagi sebuah sumber daya antara akses-akses yang berlangsung bersamaan. ini adalah perhatian utama untuk multitasking sistem operasi. Banyak sumber daya dapat di share untuk menyediakan akses bagi aplikasi-aplikasi yang berbeda. Locking beberapa device mungkin tidak dapat di multiplexed. Contohnya, backup device tidak dapat segera di multiplex apabila dua aplikasi mau melakukan backup dalam waktu yang bersamaan. Ini adalah error. Tetapi sistem operasi tidak seharusnya membiarkan error ini terjadi dan berpengaruh besar pada sistem. Untuk memastikan hal ini, sistem operasi menyediakan beberapa jenis locking ketika device tidak dapat di multiplex. Locking menjamin bahwa hanya satu aplikasi saja yang mempunyai akses ke sebuah device dalam waktu yang ditentukan. Access Control kadang manajemen sumber daya tidak melibatkan pemecahan masalah dari beberapa proses pengaksesan hardware. Malahan, manajemen sumber daya melibatkan perlindungan proses dari proses lainnya. Security secara khas terimplementasikan di beberapa bentuk sebagai bagian dari manajemen sumber daya. Access control adalah kontrol sumber daya yang disediakan oleh sistem operasi untuk menguatkan batasan-batasan security. Contohnya, sebuah sistem operasi mungkin akan memperbolehkan sebuah aplikasi untuk membuat file yang secara spesifik hanya pengguna tertentu saja yang diperbolehkan untuk menggunakannya. User Interface Tujuan ketiga dari sistem operasi adalah untuk menyediakan beberapa jenis media tatap muka bagi pengguna untuk mempermudah mengontrol sistem dan menjalankan aplikasi-aplikasi. Tujuan ini membawa perancangan sistem operasi jauh dari pertanyaan-pertanyaan teknis yang umumnya ada di diskusi sistem operasi dan lebih ke arah pertanyaan psikologis mengenai cara terbaik untuk berinteraksi antara manusia dan sistem. User interface juga aspek yang sangat modular dari perancangan sistem operasi. dengan demikian, antarmuka pengguna dapat dipaksa ke urutan atas dari perancangan-perancangan lain dengan mudah. Adapun prinsip-prinsip dalam merancang sistem operasi adalah: Extensibility. Extensibility terkait dengan kapasitas sistem operasi untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi komputer, sehingga setiap perubahan yang terjadi dapat difasilitasi setiap waktu, pengembang sistem operasi modern menggunakan arsitektur berlapis, yaitu struktur yang modular. Karena struktur yang modular tersebut, tambahan subsistem pada sistem operasi dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi subsistem yang sudah ada. Portability. Suatu sistem operasi dikatakan portable jika dapat dipindahkan dari arsitektur hardware yang satu ke yang lain dengan perubahan yang relatif sedikit. Sistem operasi modern dirancang untuk portability. Keseluruhan bagian sistem ditulis dalam bahasa C dan C++. Semua kode prosesor diisolasi di DLL (Dynamic Link Library) disebut dengan abstraksi lapisan hardware. Reliability. Adalah kemampuan sistem operasi untuk mengatasi kondisi error, termasuk kemampuan sistem operasi untuk memproteksi diri sendiri dan penggunanya dari software yang cacat. Sistem operasi modern menahan diri dari serangan dan cacat dengan menggunakan proteksi perangkat keras untuk memori virtual dan mekanisme proteksi perangkat lunak untuk sumber daya sistem operasi. Security. Sistem operasi harus memberikan keamanan terhadap data yang disimpan dalam semua drive. High Performance. Sistem operasi dirancang untuk memberikan kinerja tinggi pada sistem desktop, server sistem multi-thread yang besar dan multiprosesor. untuk memenuhi kebutuhan kinerja, sistem operasi menggunakan variasi teknik seperti asynchronous I/O, optimized protocols untuk jaringan, grafik berbasis kernel, dan caching data sistem berkas. Untuk merancang sistem operasi diperlukan persiapan-persiapan yang matang. persiapan-persiapan yang diperlukan dalam merencanakan perancangan sistem operasi yaitu: Memikirkan dimana nantinya sistem operasi akan dijalankan. ini dikarenakan banyaknya sistem komputer dan masing-masing sistem komputer tidak saling mendukung. Memikirkan kegunaan sistem operasi tersebut. fungsi sistem operasi sebagai pelayan bagi program aplikasi dan masing-masing program aplikasi mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang saling berbeda. disinilah perlu dipikirkan kegunaan sistem operasi yang akan dirancang. akan tetapi, biasanya sistem operasi dirancang agar dapat menjalankan berbagai macam aplikasi. Sistem operasi ini disebut sistem operasi umum, tetapi kadang sistem operasi ditujukan bagi aplikasi-aplikasi tertentu saja, misalnya sistem operasi database. Bahasa pemrograman yang akan digunakan. banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk merancang sistem operasi dan tiap-tiap bahasa mempunyai kekurangan dan kelebihan, tetapi bahasa apapun yang jadi pilihan nantinya haruslah sudah dikuasai dengan baik.

Manajemen Sumber Daya sistem operasi



Sebagai tambahan terhadap abstraksi hardware, umumnya sistem operasi mengatur sumber daya dari sistem dengan baik. Sumber daya adalah istilah umum yang dapat merujuk pada setiap komponen dari sistem yang sanggup melakukan perkerjaan. contohnya, processor adalah sumber daya, begitu juga RAM dan disk. Sound card dan network card juga sumber daya walaupun tidak semua hardware adalah sumber daya. Untuk pengaturan sumber daya yang lebih baik, sistem operasi dapat membagi sumber daya menjadi sub-sumber daya yang sejenis. Misalnya, disk adalah sumber daya, tetapi melalui file system, sistem operasi dapat membagi disk menjadi file, yang mana juga sumber daya. Manajemen sumber daya adalah proses pemberian sumber daya kepada aplikasi untuk digunakan. Hal tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda untuk sumber daya yang berbeda, dengan perbedaan utama terletak pada multiplexing, locking dan access control.
  • Multiplexing adalah berbagi sebuah sumber daya antara akses-akses yang berlangsung bersamaan. ini adalah perhatian utama untuk multitasking sistem operasi. Banyak sumber daya dapat di share untuk menyediakan akses bagi aplikasi-aplikasi yang berbeda.
  • Locking beberapa device mungkin tidak dapat di multiplexed. Contohnya, backup device tidak dapat segera di multiplex apabila dua aplikasi mau melakukan backup dalam waktu yang bersamaan. Ini adalah error. Tetapi sistem operasi tidak seharusnya membiarkan error ini terjadi dan berpengaruh besar pada sistem. Untuk memastikan hal ini, sistem operasi menyediakan beberapa jenis locking ketika device tidak dapat di multiplex. Locking menjamin bahwa hanya satu aplikasi saja yang mempunyai akses ke sebuah device dalam waktu yang ditentukan.
  • Access Control kadang manajemen sumber daya tidak melibatkan pemecahan masalah dari beberapa proses pengaksesan hardware. Malahan, manajemen sumber daya melibatkan perlindungan proses dari proses lainnya. Security secara khas terimplementasikan di beberapa bentuk sebagai bagian dari manajemen sumber daya. Access control adalah kontrol sumber daya yang disediakan oleh sistem operasi untuk menguatkan batasan-batasan security. Contohnya, sebuah sistem operasi mungkin akan memperbolehkan sebuah aplikasi untuk membuat file yang secara spesifik hanya pengguna tertentu saja yang diperbolehkan untuk menggunakannya.

User Interface

Tujuan ketiga dari sistem operasi adalah untuk menyediakan beberapa jenis media tatap muka bagi pengguna untuk mempermudah mengontrol sistem dan menjalankan aplikasi-aplikasi. Tujuan ini membawa perancangan sistem operasi jauh dari pertanyaan-pertanyaan teknis yang umumnya ada di diskusi sistem operasi dan lebih ke arah pertanyaan psikologis mengenai cara terbaik untuk berinteraksi antara manusia dan sistem. User interface juga aspek yang sangat modular dari perancangan sistem operasi. dengan demikian, antarmuka pengguna dapat dipaksa ke urutan atas dari perancangan-perancangan lain dengan mudah.
Adapun prinsip-prinsip dalam merancang sistem operasi adalah:
  1. Extensibility. Extensibility terkait dengan kapasitas sistem operasi untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi komputer, sehingga setiap perubahan yang terjadi dapat difasilitasi setiap waktu, pengembang sistem operasi modern menggunakan arsitektur berlapis, yaitu struktur yang modular. Karena struktur yang modular tersebut, tambahan subsistem pada sistem operasi dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi subsistem yang sudah ada.
  2. Portability. Suatu sistem operasi dikatakan portable jika dapat dipindahkan dari arsitektur hardware yang satu ke yang lain dengan perubahan yang relatif sedikit. Sistem operasi modern dirancang untuk portability. Keseluruhan bagian sistem ditulis dalam bahasa C dan C++. Semua kode prosesor diisolasi di DLL (Dynamic Link Library) disebut dengan abstraksi lapisan hardware.
  3. Reliability. Adalah kemampuan sistem operasi untuk mengatasi kondisi error, termasuk kemampuan sistem operasi untuk memproteksi diri sendiri dan penggunanya dari software yang cacat. Sistem operasi modern menahan diri dari serangan dan cacat dengan menggunakan proteksi perangkat keras untuk memori virtual dan mekanisme proteksi perangkat lunak untuk sumber daya sistem operasi.
  4. Security. Sistem operasi harus memberikan keamanan terhadap data yang disimpan dalam semua drive.
  5. High Performance. Sistem operasi dirancang untuk memberikan kinerja tinggi pada sistem desktop, server sistem multi-thread yang besar dan multiprosesor. untuk memenuhi kebutuhan kinerja, sistem operasi menggunakan variasi teknik seperti asynchronous I/O, optimized protocols untuk jaringan, grafik berbasis kernel, dan caching data sistem berkas.
Untuk merancang sistem operasi diperlukan persiapan-persiapan yang matang. persiapan-persiapan yang diperlukan dalam merencanakan perancangan sistem operasi yaitu:
  1. Memikirkan dimana nantinya sistem operasi akan dijalankan. ini dikarenakan banyaknya sistem komputer dan masing-masing sistem komputer tidak saling mendukung.
  2. Memikirkan kegunaan sistem operasi tersebut. fungsi sistem operasi sebagai pelayan bagi program aplikasi dan masing-masing program aplikasi mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang saling berbeda. disinilah perlu dipikirkan kegunaan sistem operasi yang akan dirancang. akan tetapi, biasanya sistem operasi dirancang agar dapat menjalankan berbagai macam aplikasi. Sistem operasi ini disebut sistem operasi umum, tetapi kadang sistem operasi ditujukan bagi aplikasi-aplikasi tertentu saja, misalnya sistem operasi database.
  3. Bahasa pemrograman yang akan digunakan. banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk merancang sistem operasi dan tiap-tiap bahasa mempunyai kekurangan dan kelebihan, tetapi bahasa apapun yang jadi pilihan nantinya haruslah sudah dikuasai dengan baik.

Cara memperbaiki booting Windows XP

Cara memperbaiki booting Windows XP

1. Memperbaiki Instalasi (Repair Install)
Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,
Anda dapat melakukan perbaikan instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)
yang awal.
- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.
- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.
- Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,
bukan yang pertama.
- Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
- Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R
Ini akan memulai perbaikan.
- Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”
- Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.
Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.
- Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,
dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,
Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation”.
- Ketika ditanya, klik tombol Next
- Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.
- Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.
- Komputer akan restart.
- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
- Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
- Selesai
Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.
2. NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
- Ketik: CD i386
- Ketik: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe
- Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
3. HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)
Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan
file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Ketik: bootcfg /list
Menampilkan isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini
- Ketik: bootcfg /rebuild
Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
4. Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang
Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan:
“Windows could not start because the following files is missing or corrupt
\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Masukkan password administrator jika diperlukan.
- Ketik: cd \windows\system32\config
- Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
- Ketik: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak
- Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:
- Ketik: copy \windows\repair\system
- Ketik: copy \windows\repair\software
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
5. NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)
Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:
a. Untuk partisi tipe FAT
- Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM
dari direktori i386 ke drive induk (root) C:\
b. Untuk partisi tipe NTFS
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Masukkan password administrator jika diperlukan.
- Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).
- Ketik: COPY X:\i386\NTLDR C\:
- Ketik: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT

Mengenal partisi hardisk di linux

Setelah dalam potingan instalasi linux ubuntu, pasti masih banyak yang bingung tentang setting partisi dalam system linux. Untuk pemula di dunia linux, partisi di linux pasti sedikit membingungkan, apa lagi kalo linux di pasang berdampingan dengan windows dalam satu hardisk a.k.a dual boot. Kalo linux dipasang langsung di hardisk tanpa dual boot sih masalah partisi akan dilakukan secara otomatis selama masa installasi, tapi ada baiknya kita mengerti tentang partisi tersebut.

Partisi hardisk di linux sedikit berbeda dengan windows yang sudah sangat familiar untuk di gunakan tersebut. File system punya linux pun juga berbeda jadi itulah mengapa jika kita dual boot linux dan windows, ketika windows terkena virus parah si linux tetep adem ayem lancar jaya, karena file system yang di gunakan sudah berbeda.

Jadi untuk berpindah OS dari windows ke linux, harus ada beberapa hal yang mesti kita ketahui dari linux itu sendiri, salah satunya adalah partisi. Linux adalah sistem operasi Unix Like dimana pengertian dari Unix Like adalah Linux merupakan sistem operasi yang bukan merupakan turunan dari sistem operasi Unix namun memiliki cara kerja dan sistem direktori menyerupai Unix. Linux dibuat oleh Linus Benedicts Torvald yang merupakan hasil utak atik beliau atas kernel Minix. Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan. Unix sendiri adalah sebuah sistem operasi yang telah lama ada (bahkan sebelum kemunculan sistem operasi buatan Microsoft) dan saat ini kebanyakan berjalan pada komputer server dan komputer besar lainnya (selain komputer personal).  Salah satu bentuk dari Unix yang ditiru oleh Linux adalah sistem direktori dimana sistem direktori ini berbeda dengan yang dianut oleh keluarga Windows


Pengertian : Partisi adalah pembagian secara logis, namun secara fisik tidak terbagi. Dengan partisi hard disk, kita bisa menginstal lebih dari dua sistem operasi dalam sebuah komputer.

Tujuan : Partisi dilakukan untuk dapat memudahkan saat melakukan perbaikan. Misalkan ada salah satu partisi yang rusak, maka kita hanya perlu memperbaiki partisi tersebut, karena partisi yang lain tidak terpengaruhi.

Partisi merupakan hal yang esensial dalam Linux. Minimal, Linux hanya memerlukan dua partisi yaitu /swap untuk menyimpan memori virtual dan /root. Namun, ada yang menambahkan satu partisi lagi yang dianggap esensial juga yaitu /home untuk menyimpan semua berkas yang kita buat

Oke..oke...masih pada bingung ya, kok uda masuk  /root, swap dll. Kenapa kok gag ada C:\ , D:\ ,dst. Oke kita roll back lagi, yang uda pernah install windows pasti lagi nyariin drive C:\ kok gag ada. Ya emank gag ada. Bukanya gag ada tapi sedikit berbeda, Filesytem di dalam Linux sebenarnya ada persamaan dengan Windows, misalnya kedua OS ( Operating System ) ini sama-sama mengenai istilah ‘root directory’. Di dalam Windows tidak terdapat direktori bernama ‘root’, tapi sebenarnya yang dimaksud dengan root direktori dalam Windows adalah ketika user berada dalam prompt C:/. Root direktori ini adalah tempat awal dimana nantinya semua direktori akan bercabang.

Kalo uda pada ngerti Disinilah perbedaan cara organisasi file dari Linux. Kita bisa katakan bahwa /etc, /boot, dll itu adalah ‘partisi’ seperti yang dikenal dalam Windows (walaupun tidak sama persis. Sebab Windows hanya mengenal 1 partisi utama dan partisi extended. Sedangkan di dalam Linux kita bisa membuat direktori atau partisi itu sangat banyak). Jadi /etc, /boot, /home itu bisa dikatakan sebagai partisi. Dalam Linux, file-file dikelompokkan lebih berdasarkan fungsi, jadi misalnya: semua file konfigurasi akan berada dalam direktori /etc. Sedangkan Windows menggolongkan file berdasarkan Program, Misalnya program WinZip, maka boleh dibilang semua file program WinZip akan berada dalam direktori C:/Program Files/Winzip (kecuali bila diinstall dalam direktori lain).

Berikut keterangan partisi di linux berdasarkan fungsinya

/ (/root) : menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.

/bin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).

/sbin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).

/home : berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.

/usr : berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.

/opt : berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.

/root : merupakan “home” nya superuser / root / administrator.

/tmp : singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh  ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso ) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.

/etc : secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

/mnt : berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

/var : Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti “/etc”. Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var.

/boot : berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off menjadi hidup/on)

Secara umum pada sistem operasi linux berisi direktori yang disebutkan di atas namun pada beberapa distro ditambahkan beberapa direktori spesifik seperti /srv pada keluarga Suse

Seperti yang sudah disebutkan di atas Ketika melakukan installasi maka dibutuhkan setidaknya 2 partisi agar suatu komputer bisa diinstall OS Linux yaitu partisi root (dilambangkan dengan / – bedakan dengan/root) dan partisi swap. Partisi root ( / ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama dengan C:Windows untuk sistem operasi Microsoft Windows. Partisi swapdialokasikan sebagai tambahan memori ketika Memory RAM tidak mencukupi ketika sistem me-load suatu program, contoh kasus : load program X membutuhkan memori sebesar 1500 MB sedangkan RAM yang terpasang adalah 1000 MB / 1 GB maka 500 MB memori sisa yang dibutuhkan diambilkan dari partisi swap yang sudah dibuat. Besar partisi swap yang dibutuhkan untuk memori RAM ? 1 GB adalah dua kali Memory RAM yang terpasang pada komputer, kecuali untuk memori RAM diatas 2 GB maka alokasi swap tidak harus 2 kali RAM bisa dipasang 1 GB atau terserah selera dari masing-masing user.

Oke, ohh...ternyata masih ada yang tanya... di Windows data saya bisa ditaruh di partisi terpisah dengan sistem sehingga ketika dibutuhkan install ulang maka data saya tidak terhapus, apakah di linux bisa?

Yup, seperti yang udah di jelasin di atas windows menggunakan letter untuk mengenali partisi (C:\ , D:\ , E:\ , dst), pada linux dikenal dengan SDA1, SDA2 , SDB1 , SDB 2. Maksudya adalah :

S : menunjukkan SATA

D : Singkatan dari Device.

A,B : A menunjukkan bahwa device tersebut adalah device internal yang ada di dalam komputer seperti Harddisk internal, sedangkan B menunjukkan device tersebut adalah device eksternal seperti harddisk eksternal dan flashdisk.

1,2 : menunjukkan nomor urut partisi device.

Jadi misal di kompi saya ada dua hardisk, hardisk pertama ada partisi windows dan 2 partisi extended, hardisk kedua ada dua partisi lagi, lalu pas nginstall linux saya lupa cabut flashdisk, jadi keluaranya

//menunjuk hardisk pertama, kalo ada os yang terinstall biasanya udah kedetek di SDA1 uda ada //windows
SDA1
SDA2
SDA3

//ini hardisk baru beli, baru di partisi di dalam windows, di sini bisa di install linux
SDB1
SDB2

//flashdisk yang lupa saya copot tadi ..wkwkwk
SDC
Oke..ternyata belum menjawab Kembali pada pertanyaan diatas bagaimana caranya agar data saya bisa dipisahkan dengan sistem..?
Jawabannya adalah sangat bisa. Coba perhatikan skenario di bawah ini :

dilakukan installasi OS Linux maka kita bisa menyiapkan tiga buah partisi yaitu SDA1, SDA2, SDA3
SDA1 : digunakan sebagai swap dengan kapasitas 2GB
SDA2 : digunakan sebagai / dengan kapasitas 10GB
SDA3 : digunakan sebagai /home dengan kapasitas 60GB

Kok bisa kek gitu????

SDA2 yang merupakan partisi dari sistem (/) (lokasi installasi OS Linux) yang di dalamnya terdapat berbagai macam direktori /bin, /sbin,/home, dan lain sebagainya. Nah.. SDA3 yang menunjuk ke direktori /home. Direktori /home memang berada di bawah direktori / namun /home tersebut menunjuk(me-link) ke partisi SDA2, jadi /home yang berisi data-data user  sebenarnya berada pada partisi SDA3.

Gampangnya lah... /home pada diagram diatas secara logical berada di dalam direktori /namun sesungguhnya data yang berada dalam /home berada di partisi SDA3.

Pembagian partisi diatas tidak hanya berlaku untuk direktori / dan /home saja namun direktori lain seperti /bin, /var, /usr juga bisa diberikan perlakuan yang sama.

sekian, setelah baca ini pasti bisa melakukan installasi linux kalo masih gag ngerti tentang partisi, bisa di coba-coba aja, kalo gag di coba ya mana bisa ngerti lebih jauh :)